Presiden Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB), Bernd Neuendorf, mengungkapkan bahwa dirinya bersama jajaran kepemimpinan olahraga DFB akan kembali mengadakan pertemuan dengan pelatih kepala Julian Nagelsmann. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas secara mendalam terkait tersingkirnya Timnas Jerman secara mengejutkan dari ajang Piala Dunia 2026.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut pernyataan resmi Neuendorf, dirinya telah melakukan diskusi awal dengan Nagelsmann segera setelah kekalahan menyakitkan dari Paraguay. "Setelah kekalahan pahit dari Paraguay dan eliminasi kami dari Piala Dunia di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, saya duduk bersama kemarin untuk diskusi panjang dengan pelatih kepala Julian Nagelsmann," ujar Neuendorf.
Pertemuan penting tersebut juga dihadiri oleh tim kepemimpinan olahraga DFB yang dipimpin oleh Andreas Rettig dan Rudi Völler. Berdasarkan hasil diskusi awal, seluruh pihak sepakat bahwa performa Der Panzer di turnamen akbar empat tahunan tersebut jauh dari apa yang diharapkan oleh publik maupun federasi.
Neuendorf menegaskan bahwa dalam beberapa hari ke depan, pihaknya akan menganalisis secara tenang dan menyeluruh mengenai penyebab skuad tidak mampu memenuhi potensi terbaik mereka. "Mengingat kemunduran yang begitu parah dan tantangan di masa depan, kami tidak bisa dan tidak akan melanjutkan perjalanan ini begitu saja seolah-olah tidak terjadi apa-apa," tambahnya.
Dari pantauan redaksi, tekanan terhadap Julian Nagelsmann sebenarnya sudah mulai meningkat bahkan sebelum bergulirnya Piala Dunia. Meskipun sempat meraih kemenangan besar 7-1 atas Curaçao, performa Jerman di laga uji coba berikutnya dinilai kurang meyakinkan setelah hanya menang tipis 2-1 atas Pantai Gading dan menelan kekalahan 2-1 dari Ekuador.
Puncaknya terjadi pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 saat menghadapi tim non-unggulan Paraguay. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, kekalahan mengejutkan lewat adu penalti dari wakil Amerika Selatan tersebut langsung memicu keraguan publik Jerman yang sangat besar atas kapasitas taktis pelatih berusia 38 tahun tersebut dalam menukangi tim nasional.
Menutup pernyataannya, pihak DFB menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh suporter yang telah memberikan dukungan luar biasa, baik yang hadir langsung di Amerika Serikat dan Kanada maupun yang mendukung dari tanah air. DFB mengaku sangat kecewa karena perjalanan kompetisi harus berakhir jauh lebih awal dari yang ditargetkan.