Impian Selecao untuk mengakhiri puasa gelar dan merengkuh trofi Piala Dunia keenam mereka dipastikan harus tertunda lebih lama. Brazil secara mengejutkan tersingkir dari turnamen Piala Dunia 2026 setelah menelan kekalahan tipis 1-2 dari Norway pada pertandingan hari Sabtu lalu. Hasil minor ini memperpanjang catatan kegagalan raksasa Amerika Selatan tersebut menjadi 28 tahun tanpa gelar juara dunia.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan jalannya pertandingan, petaka bagi Brazil dimulai ketika mereka mendapatkan hadiah penalti di awal babak pertama setelah Matheus Cunha dilanggar oleh Andreas Hanche-Olsen di kotak terlarang. Namun, Bruno Guimaraes yang maju sebagai eksekutor gagal menunaikan tugasnya dengan baik. Tendangan penaltinya dinilai sangat buruk dan berhasil diamankan, sebuah momen krusial yang akhirnya harus dibayar mahal oleh tim asuhan Carlo Ancelotti.
Dari pantauan redaksi, Norway berhasil memanfaatkan momentum tersebut untuk bangkit di babak kedua. Penyerang andalan mereka, Erling Haaland, menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol di menit-menit akhir pertandingan. Gol pertama Norway tercipta setelah memanfaatkan kesalahan lini pertahanan Brazil, termasuk kegagalan Gabriel Magalhaes dalam duel udara. Erling Haaland kemudian memastikan kemenangan bagi tim Skandinavia tersebut lewat gol keduanya setelah melewati penjagaan Danilo.
Menurut pengamatan tim redaksi, masuknya pemain muda Endrick di babak kedua justru membawa petaka bagi Selecao. Menggantikan Matheus Cunha sebelum laga berjalan satu jam, Endrick membuang peluang emas di depan gawang pada sentuhan pertamanya. Tidak hanya itu, ia juga melakukan pelanggaran ceroboh terhadap Andreas Schjelderup yang mengawali proses terciptanya gol pembuka bagi Norway.
Di sisi lain, Vinicius Jr tampil sebagai pemain terbaik Brazil dengan pergerakan elektriknya yang kerap merepotkan lini belakang lawan. Sementara itu, Neymar yang masuk sebagai pemain pengganti sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol di masa injury time dan menerima kartu kuning. Pertandingan ini diprediksi menjadi penampilan internasional terakhir bagi bintang senior tersebut.
Kekalahan ini juga menyoroti strategi pelatih Carlo Ancelotti yang secara mengejutkan menginstruksikan timnya untuk bermain bertahan dan menyerap tekanan alih-alih mengendalikan penguasaan bola. Keputusan taktis tersebut terbukti keliru dan harus dibayar mahal dengan tiket perempat final pertama sepanjang sejarah bagi tim nasional Norway.