Persaingan sengit terjadi di laga pamungkas Grup D Piala Dunia 2026 saat Paraguay dan Australia saling berhadapan untuk memperebutkan tiket otomatis ke babak 32 besar. Berdasarkan situasi klasemen saat ini, kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin dan berambisi menyusul tim tuan rumah, Amerika Serikat, yang sudah lebih dulu memastikan tempat di fase gugur.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut regulasi turnamen, hasil imbang sebenarnya berpotensi meloloskan kedua tim ke fase berikutnya. Tambahan satu poin akan membuat mereka mengemas empat poin, jumlah yang biasanya sudah lebih dari cukup untuk bersaing dalam penentuan peringkat ketiga terbaik. Namun, Australia berada di posisi yang lebih diuntungkan karena hanya butuh menghindari kekalahan untuk finis sebagai runner-up grup.
Dari pantauan redaksi, Paraguay menghadapi situasi yang lebih berisiko karena produktivitas gol mereka yang buruk. Jika mereka menelan kekalahan dan tetap bertahan dengan raihan tiga poin, peluang "La Albirroja" untuk melaju ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik terancam sirna akibat selisih gol yang merugikan tersebut.
Dalam pertandingan krusial ini, tim nasional Australia langsung menurunkan kekuatan terbaiknya sejak menit pertama. Pelatih Socceroos memasukkan duet andalan klub St. Pauli, Connor Metcalfe dan Jackson Irvine, ke dalam jajaran starting lineup. Irvine yang memegang ban kapten di klubnya, sebelumnya hanya tampil sebagai pemain pengganti dalam dua pertandingan awal fase grup.
Pengamatan tim redaksi di lapangan menunjukkan bahwa Metcalfe menjadi salah satu pemain yang paling diwaspadai oleh lini belakang Paraguay. Gelandang energik ini menunjukkan performa impresif setelah sukses menyumbang gol kedua saat Australia membungkam Türkiye dengan skor akhir 2-0 pada pertandingan sebelumnya.
Berdasarkan daftar susunan pemain resmi yang dirilis sebelum kick-off, Paraguay mengandalkan formasi kuat dengan Gill di bawah mistar, dikawal oleh lini pertahanan yang diisi oleh Cáceres, Velázquez, Alderete, Maidana, serta sang kapten G. Gómez. Sementara di lini depan, Julio Enciso dan Avalos diharapkan menjadi motor serangan utama.
Di kubu Australia, kiper Beach dipercaya mengawal gawang dengan dukungan trio bek Herrington, Circati, dan Souttar yang bertindak sebagai kapten. Lini tengah diisi oleh Bos, Irvine, O'Neill, dan Behich, sedangkan Volpato dan Metcalfe bertugas menyuplai bola matang untuk penyerang tunggal Touré.