Masa depan kapten Liverpool, Virgil van Dijk, kini berada dalam spekulasi setelah muncul laporan bahwa pihak klub tidak lagi menganggap bek asal Belanda tersebut sebagai pemain yang "untouchable" atau tidak tersentuh. Berdasarkan laporan dari TeamTalk, langkah ini menandai pergeseran signifikan di Anfield terhadap sosok pemain yang telah menjadi pilar utama pertahanan The Reds selama bertahun-tahun.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Meskipun demikian, situasi ini tidak berarti Liverpool secara aktif menempatkan sang kapten di daftar jual. Menurut pantauan redaksi, perubahan suasana di internal klub ini terjadi seiring dengan dimulainya era baru di bawah asuhan manajer Andoni Iraola yang menggantikan Arne Slot, di mana klub kini lebih memprioritaskan restrukturisasi skuad ketimbang faktor sentimental.
Virgil van Dijk akan menginjak usia 35 tahun pada bulan ini dan sempat menandatangani kontrak besar pada tahun 2025 dengan gaji yang diperkirakan mencapai £350.000 per minggu. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, perpanjangan kontrak tersebut kabarnya mulai mendatangkan penyesalan di internal Anfield menyusul performa tim yang kurang memuaskan pada kampanye musim lalu.
Laporan tersebut juga menambahkan bahwa baik Liverpool maupun pihak pemain kini berada dalam posisi yang lebih transaksional dan siap mengevaluasi setiap penawaran serius secara objektif. Dari pantauan redaksi, sejumlah klub raksasa seperti AC Milan yang kini dilatih oleh Ruben Amorim, Galatasaray, Fenerbahce, serta beberapa klub dari Saudi Pro League dan MLS dilaporkan mulai menaruh minat besar kepada sang pemain.
Jika transfer ini benar-benar terwujud, Liverpool dipastikan menghadapi risiko besar di lini pertahanan mereka. Menurut analisis situasi terkini, opsi lini belakang Liverpool telah melemah setelah kepergian Ibrahima Konate, sementara masa depan Joe Gomez masih belum pasti, sehingga kehilangan Virgil van Dijk justru berpotensi memaksa klub melakukan perombakan total yang mahal dan berisiko tinggi menjelang penutupan bursa transfer.