Tim nasional Belgium berhasil mencatatkan salah satu kebangkitan paling luar biasa dalam sejarah World Cup setelah sukses menumbangkan Senegal dengan skor ketat 3-2 pada babak 32 besar hari Rabu kemarin. Hasil pantauan redaksi menunjukkan bahwa skuad berjuluk The Red Devils tersebut sempat tampil sangat buruk selama 85 menit jalannya pertandingan dan berada di ambang eliminasi setelah tertinggal 2-0 terlebih dahulu.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan jalannya laga, performa lini belakang Belgium di babak pertama tampak sangat rapuh. Penyerang Senegal, Sadio Mane dan Ismaila Sarr, berulang kali merepotkan barisan pertahanan yang dikawal oleh Timothy Castagne dan Brandon Mechele, hingga akhirnya wakil Afrika tersebut mampu memimpin dua gol tanpa balas.
Menurut analisis pertandingan, sang kapten Kevin De Bruyne juga tampil jauh di bawah performa terbaiknya dan gagal mendikte permainan tengah, yang membuatnya ditarik keluar oleh pelatih Rudi Garcia sebelum laga berjalan satu jam. Kendati demikian, keputusan taktis Rudi Garcia dalam melakukan pergantian pemain terbukti menjadi kunci pembalik keadaan di paruh kedua.
Masuknya Romelu Lukaku setelah jeda babak pertama langsung memberikan angin segar bagi lini serang Belgium. Striker berpengalaman tersebut memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 melalui golnya di tiang dekat, sebelum akhirnya Youri Tielemans melepaskan sundulan berani memanfaatkan umpan silang Leandro Trossard untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Pertandingan sengit ini akhirnya harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Berdasarkan pengamatan tim redaksi di lapangan, drama memuncak ketika Youri Tielemans dijatuhkan di area terlarang setelah melakukan pergerakan cerik, dan gelandang asal klub Aston Villa tersebut sukses mengeksekusi penalti dengan sempurna di masa tambahan waktu guna mengunci tiket ke babak 16 besar.