Tim nasional Senegal menampilkan performa babak kedua yang memukau saat menghadapi sepuluh pemain Irak guna mendongkrak asa mereka melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Laga penentu ini diwarnai oleh aksi impresif mantan penyerang Bayern, Sadio Mané dan Nicolas Jackson, yang memperkuat lini serang Teranga Lions. Sementara itu, gelandang bertahan muda milik Bayern yang berusia 18 tahun, Bara Sapoko Ndiaye, kembali menjadi pemain cadangan yang tidak diturunkan dalam pertandingan kali ini.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan komposisi tim, pemanggilan Bara Sapoko Ndiaye ke dalam skuad senior memang menjadi kejutan tersendiri, dan pemain muda tersebut masih harus menanti momen debutnya di turnamen akbar ini. Namun demikian, dari pantauan redaksi, ia kemungkinan besar akan mendapatkan kesempatan bermain di fase berikutnya mengingat Senegal diproyeksikan finis sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Di sisi lain, mantan bek tengah Mainz, Moussa Niakhaté, menunjukkan konsistensi tinggi dengan bermain penuh di setiap menit selama fase grup.
Meskipun Irak harus bermain dengan sepuluh orang sejak awal pertandingan akibat kartu merah, Senegal sempat kesulitan untuk menciptakan peluang bersih pada paruh pertama. Kebuntuan tersebut akhirnya pecah ketika Ismaila Sarr mencetak gol ketiganya di turnamen ini untuk menggandakan keunggulan Senegal sepuluh menit setelah babak kedua dimulai. Keunggulan mutlak tim asuhan Pape Thiaw kemudian disempurnakan oleh Pape Gueye, sosok yang dikenal lewat gol tunggalnya di final AFCON, yang masuk sebagai pemain pengganti dan sukses melesakkan dua gol spektakuler.
Menurut kalkulasi klasemen sementara, Senegal saat ini menempati peringkat kelima dalam daftar tim peringkat ketiga terbaik, di mana posisi mereka hanya diungguli oleh tim-tim yang mengoleksi empat poin. Skuad Teranga Lions berada di atas South Korea dan Scotland, sehingga mereka kini hanya perlu memastikan posisi mereka lebih baik dari dua tim peringkat ketiga lainnya dari lima grup tersisa demi menyegel tiket lolos.
Dari pengamatan tim redaksi, kekalahan telak ini semakin memperpanjang catatan buruk lini pertahanan Irak di panggung dunia. Bersama Tunisia, Irak menjadi tim yang paling banyak kebobolan di sepanjang turnamen ini dengan total 12 gol. Nasib malang Irak kian lengkap lantaran penyerang andalan mereka, Aymen Hussein, yang mencetak gol pertama Irak di Piala Dunia dalam empat dekade terakhir, terpaksa absen dalam laga ini akibat cedera yang didapatnya pada babak pertama saat melawan Prancis.