Saat fase grup Piala Dunia 2026 hampir berakhir, persaingan di Grup I semakin memanas dengan mempertemukan Senegal dan Irak pada laga pamungkas. Kedua negara saat ini berada dalam situasi krusial dan sangat membutuhkan kemenangan demi menjaga asa untuk melaju ke babak berikutnya dalam turnamen sepak bola terakbar di dunia tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan jadwal pertandingan yang dirilis, bentrokan perdana sepanjang sejarah antara kedua tim ini digelar di Toronto pada pukul 21:00 CET. Laga penentu ini diprediksi berjalan sengit lantaran hanya kemenangan dengan skor besar yang mampu membuka peluang bagi salah satu tim untuk bisa merebut tiket lolos ke babak 32 besar.
Dari pantauan redaksi, Senegal memiliki keuntungan yang relatif lebih baik karena memiliki selisih gol -3 dibandingkan dengan Irak yang mengantongi selisih gol -6. Kendati demikian, karena kedua tim sama-sama belum mengoleksi satu poin pun di papan klasemen, mereka masih harus bergantung pada hasil pertandingan di tempat lain untuk memastikan diri lolos.
Menurut susunan pemain yang diturunkan, kejutan besar terjadi di kubu Senegal di mana penyerang pinjaman Bayern, Nicolas Jackson, harus rela kehilangan posisinya sebagai starter. Langkah taktis ini diambil oleh tim pelatih bersamaan dengan dicadangkannya rekan setim Jackson, Bara Sapoko Ndiaye. Sebagai gantinya, mantan duo klub Bundesliga Mainz dan Köln, Moussa Diakhate serta Ismail Jakobs, dipercaya tampil sejak menit awal.
Dalam pengamatan tim redaksi, tim nasional Senegal akan menerapkan formasi ofensif 4-2-3-1 dengan mengandalkan Sadio Mané dan Ismaila Sarr di lini depan untuk menggebrak pertahanan lawan. Sementara itu, kubu Irak memilih pendekatan yang lebih seimbang melalui formasi 4-1-4-1 dengan menempatkan Ali Al Hamadi sebagai ujung tombak tunggal.